Print Making
Home

Print Making

2026-04-22 21:46:22



Tentang Printmaking


Printmaking atau teknik cetak grafis tidak ubahnya seperti proses penciptaan karya yang lain, adalah sebuah proses kreatif yang di dalamnya melibatkan selain keahlian para seniman, juga banyak material dan beragam teknik bergantung pada tingkat kompleksitas, kebutuhan, dan juga ketersediaan material. Teknik cetak grafis sebagai disiplin ilmu adalah cabang seni rupa yang fokus pada proses artistik pemindahan gambar dari sebuah bidang (matriks/klise) ke permukaan yang lain (kertas, kain, dll.). Tidak hanya terbatas pada pendalaman teknis cetak, namun juga mencakup eksplorasi materi dan medium, konsep, isu sosial yang memungkinkan pendistribusian pesan visual baik secara masif ataupun terbatas.


Sebagai disiplin ilmu, teknik cetak grafis terbatas pada pendalaman tentang teknis cetak, tapi juga mencakup eksplorasi materi dan medium, konsep, dan isu sosial yang memungkinkan pendistribusian pesan visual secara masif sebagai media promosi atau bahkan propaganda dan/atau secara terbatas sebagai bentuk rilis koleksi sebuah karya. Kehadirannya yang seringkali dikolaborasikan dengan disiplin keilmuan lain seperti ilustrasi, fotografi, desain, dan seni kontemporer menjadikannya tetap relevan dan sangat penting dalam kancah senirupa dalam skala lokal mau pun internasional.


Mengenal istilah “Print”.


Dalam konteks pengkaryaan secara definitif menurut pemahaman kami, “Print” atau “Art Print” adalah sebuah bentuk reproduksi (penggandaan, penciptaan ulang) dari sebuah karya (lukis, fotografi, gambar, desain, dsb.). Print juga bisa diartikan sebagai produk dari proses printmaking yang dikerjakan secara manual, seperti intaglio, serigrafi/sablon, litografi ukiran pada kayu atau batu, dan sebagainya. Para pelaku dan pegiat seni cetak ini umumnya disebut printmaker atau seniman cetak grafis.


Setiap hasil cetakan dari proses printmaking biasanya tidak sepenuhnya identik, ini dikarenakan adanya pengaruh intervensi manual (penintaan dan tekanan cetak). Faktor eksternal seperti misalnya suhu dan kelembaban ruangan juga bisa sangat mempengaruhi pori kertas yang bisa mengakibatkan susut dan mengembangnya kondisi kertas dari ukuran aslinya. Kertas yang tidak terjaga suhu dan kelembabannya bisa berakibat perubahan ukuran kertas yang walaupun dalam skala milimeter, bisa mempengaruhi ketidakpresisian hasil cetak (cetakan bergeser) terutama pada proses cetak multi-warna.


Proses cetak saring | https://www.familyindustries.com/


Hasil cetak akhir dari proses printmaking kemudian dibubuhi penulisan nomer urut dan jumlah cetakan di kiri bawah, dan tanda tangan seniman di kanan bawah. Proses yang dikenal dengan nama editioning ini dimulai pada akhir abad ke-19 yang menjadi tradisi dan standar sampai hari ini untuk mengidentifikasi urutan tiap edisi karya dan total jumlah cetakan yang dirilis, serta penandatanganan/signing oleh seniman yang berfungsi sebagai autentikasi tiap edisinya. 


Proses signing | http://oldtowneditions.com


Proses editioning | https://tandempress.wisc.edu/printmaking/


Selain penomoran edisi, ada berbagai mark/penanda yang digunakan oleh printmaker atau studio cetak untuk membedakan cetakan tertentu di luar edisi yang dirilis. Berikut yang paling umum dijumpai.


A/P., P.A., atau E.A.

(Artist Proof, Prueba de Artista atau Epreuve d’artist)

Jika seniman membuat edisi untuk dealer/pihak kedua, seniman dapat menyimpan beberapa edisi untuk penggunaan pribadi di luar edisi yang dirilis oleh pihak kedua. Ini adalah bagian dari edisi dan dijaga dengan standar yang sama tetapi diberi label A/P untuk Artist Proof, atau secara tradisional E.A. yang merupakan padanan bahasa Prancis. Standarnya adalah hanya 10%-15% dari total edisi yang dirilis.


P/P, P.I. atau E.I.

(Printer’s Proof, Prueba de Impresor atau Epreuve d’imprimeur)

Ini adalah proof yang disimpan oleh printmaker atau studio cetak sebagai dokumen pengarsipan dan biasanya hanya satu.


https://www.metmuseum.org/


Tentang teknik Printmaking


Perbedaan teknik yang mendasar pada printmaking dapat diklasifikasikan berdasarkan materi yang digunakan. Peralatan yang digunakan bisa berupa kayu, metal, batu, kain, dan sebagainya. Juga berdasarkan teknik yang digunakan baik itu manual dan/atau menggunakan cairan kimia dalam prosesnya. 


Tinta yang digunakan dalam prosesnya juga sangat beragam komposisinya bergantung dari pengaplikasian materi pada metode cetak yang digunakan.


Untuk intaglio dan litografi, digunakan tinta yang sedikit berminyak untuk memenuhi afinitas tembaga atau bagian batu yang ditarik. Dalam serigrafi atau sablon, akan digunakan tinta pekat yang bersifat menutup pori-pori yang kemudian dipadukan dengan berbagai warna untuk menghasilkan hasil yang cenderung vibrant.



Baca Selengkapnya

Artikel Terbaru

Print Making

Gustave Dore

Artikel Acak

Print Making

Gustave Dore